Halo semua…

Forum Diskusi tentang Kota Salatiga, boleh diikuti oleh siapa saja, yang memiliki perhatian pada Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia.

Untuk posting topik, silakan REGISTER dahulu, setelah REGISTER, Anda bisa LOGIN, (menggunakan username dan password yang dikirim ke email Anda) dan menuliskan “ide” Anda. Untuk posting komentar, langsung tuliskan komentar Anda… atau, Anda dapat mengirimkan “ide” Anda ke email: salatiga@salatiga.biz

Jika ingin memasang iklan, silakan kontak ke info@salatiga.biz, mungkin kami dapat pasang di sini atau di www.salatiga.biz. Terima kasih, Admin - www.salatiga.biz

Oh ya.. forum ini tidak hanya untuk hal-hal yang “negatif” lho… jika ada informasi-informasi POSITIF tentang Kota Salatiga, dan Anda ingin menampilkan di sini, SANGAT dipersilakan…

Perlindungan cagar budaya di Kota Salatiga

Salam membebaskan,
Sekedar urun rembug agar dapat menjadi perhatian bersama. Kota Salatiga adalah kota wisata di jaman Belanda, banyak tempat/rumah/gedung bangunan peninggalan sejak jaman penjajahan Belanda.
Sayang sekali, bangunan tersebut tidak terlindunggi dengan baik oleh Pemkot. Andaikan, seperti Jakarta yang punya perda untuk bangunan2 kuno, maka rumah/gedung bangunan tersebut akan dapat dilindungi sebagai cagar budaya. Ke depan, tentu saja kita tidak ingin arus pembangunan mal/ruko/rukan menggeser/menggantikan rumah/gedung bangunan tersebut.

dikirim oleh j teguh :

Apakah tarif parkir naik saat Lebaran

2 hari menjelang lebaran, saya ke Jl. Jend. Sudirman naik sepeda motor. Saya beri uang parkir Rp 1000, ternyata tidak diberi uang kembalian. Saya diam saja. Setahu saya Rp 1000 untuk parkir mobil dan Rp 500 untuk parkir sepeda motor.

1 hari kemudian, dengan sepeda motor yang sama, saya kembali ke Jend. Sud, waktu bayar parkir saya beri uang Rp 500. Tukang parkir minta Rp 1000, saya bertahan memberi Rp 500, tukang parkir bilang “ini lebaran”, saya tetap tidak mau memberi tambahan. Akhirnya tukang parkir “menyerah” dengan mengatakan, “Wis nggak usah saja”. Saya tidak jadi membayar uang parkir.

Ini bukan masalah Rp 1000 atau 500, bukan masalah “rasa kasihan” pada tukang parkir yang butuh uang lebih untuk ber-Lebaran, tetapi masalah aturan dan sistem. Apakah tukang parkir dapat seenaknya menaikkan tarif parkir? Dan “kita/masyarakat” hanya cukup “ya ya ya….” Bagaimana PEMKOT? Jangan hanya diam saja, hanya karena “uang kecil”.

Saran saya, PASANG di beberapa tempat di Jend Sud (dan jalan2 lain), daftar TARIF PARKIR, sesuai dengan PERDA yang ada. Agar masyarakat tahu dan tukang parkir juga tahu, berapa sebenarnya tarif parkir di Kota Salatiga.

Banyak orang juga sudah tahu, kalau parkir itu DIBORONGKAN, tukang parkir memberi SETORAN dalam jumlah tertentu untuk area tertentu, dan untuk menjadi tukang parkir di area tertentu perlu MEMBAYAR sejumlah uang yang tidak sedikit kepada pihak tertentu, tapi tolong, sosialisasikan Perda “Parkir” langsung di tempat-tempat Parkir.

Perhatikan juga parkir-parkir liar di tempat-tempat yang dalam PERDA tidak termasuk area pungutan retriburi parkir.

Mercon lagi.. mercon lagi…

Di awal bulan puasa beberapa malam saya mendengar suara petasan berkali-kali. Saya tinggal di Jalan Seruni, nampaknya petasan itu di sekitar Jetis. Pernah suatu malam kepikiran untuk telepon ke Polres Salatiga, agar diingatkan, karena cukup mengganggu (saya membayangkan orang yang tinggal dekat dengan penyulut petasan itu).

Saya memang heran, sampai sekarang kok ya ada orang kurang kerjaan yang suka bunyikan petasan. Mbok ya mengerjakan hal lain yang lebih bermanfaat, daripada sekedar mbakar petasan dan menimbulkan bunyi yang mengganggu lingkungan… Mbok ya ingat.., tetangga-tetangga itu telinganya masih normal, sangat terganggu jika mendengar suara yang sangat keras…

Lobang di ujung jalan Yos Sudarso

Para pengguna Jalan Yos Sudarso, pasti “berpengalaman” dengan lobang yang sejak dulu ada (dan sering/selalu ada) di ujung jalan itu, tepatnya di perempatan dekat penjara, di pertemuan dengan Jalan Diponegoro.
Bagi mobil, lobang itu tidak masalah kalaupun terlanggar, tapi bagi pengendara, bisa jatuh lho…

Apa tidak ada solusi yang “jitu” untuk meniadakan lobang yang selalu/sering ada di situ.

500 Siswa SD Lab Bagikan Paket Makanan

Sebanyak 500 siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Kristen Satya Wacana, atau akrab disebut SD Lab, membagikan paket makanan kepada mereka yang kurang beruntung, pagi ini (15/08).

Pembagian paket makanan tersebut merupakan bagian dari Pekan Pendidikan Kristen 2008 yang telah dimulai sejak Senin (11/08), dengan tema besar “Pemulihan Relasi Antar Sesama” sesuai apa yang telah digariskan oleh Lembaga Perencanaan dan Pembinaan Pendidikan Kristen (LP3K) Sinode.

“Ini merupakan acara tahunan, namun ada satu yang berbeda tahun ini, yaitu acara SD Lab on The Move,” ucap Anita Utami, ketua panitia kegiatan yang ditemui kemarin (14/08). Dalam acara tersebut, siswa-siswi SD Lab diminta untuk membawa paket makanan dari rumah, kemudian mereka akan membagikan paket tersebut kepada orang-orang yang kurang beruntung yang mereka temui di jalan.

Read the rest

Kembali Bicara Nasionalisme dan Kepemimpinan

Kutut Suwondo, Hadori Yunus, Pontjo Sutowo, dan Tyasno Sudarto berbicara tentang masalah nasionalisme dan kepemimpinan bangsa, dalam Seminar “Bangkitlah Bangsaku, Maju, dan Mandiri”, hari ini (13/08) di kampus hijau Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW).

Kutut Suwondo yang secara gamblang menyajikan permasalahan nasionalisme kita, melihat bahwa penegakan hukum masih dilakukan secara ragu-ragu oleh negara, tekanan juga diberikan kepada masalah diskriminasi, pengakomodasian kepentingan kapitalis, serta semakin korupnya penguasa.

Read the rest

Orang Usil dan Jahil

Kemarin sore saya mengajak anak saya main-main di “taman” pojokan jalan Seruni, eh.. ternyata salah satu ban bekas yang ditanam sebagai ganjal peredam hentakan jungkat-jungkit sudah tinggal tersisa kawat-kawatnya. Seseorang telah JAHIL, USIL membakar ban itu.


Foto diambil di taman Jalan Seruni, 3 Agustus 2008: 15:28

Siapa yang akan mengganti ban itu ya?
Ada juga mainan lain yang rusak, (lepas las-nya), kalau dibiarkan terus menerus pasti akan makin rusak.
Satu lagi, taman itu kalau malam agak gelap, jadi kadang digunakan sebagai tempat pacaran…

Kotak Saran. Kapan mBukanya?

Saya lihat, ada beberapa lembar kertas di dalam kotak ini, apa memang jarang dibuka? sekedar “hiasan” dinding?

Foto diambil di depan Ruang MAWAR RSUD Salatiga, 17 Juli 2008: 19:19

Lebih baik dipasang papan iklan saja

dari pada begini…

Foto diambil dari Jl. Seruni (ujung Jl. Seruni - Jl. Wahid Hasyim); 16 Juli ‘08 - 07:46

Salatiga NOL Kilometer


Foto diambil 26 Juni 2008, 20:33 - ayo.. dimana?
Catnya lumayan jelas, tapi itu lho.. tempat sampah di sampingnya…